10 Cara Meningkatkan Kualitas Pelayanan Dalam Bisnis

Manajemen pemasaran membantu bisnis untuk mengetahui bagaimana permintaan konsumen di pasar sebelum menawarkan produknya. Pemasaran berorientasi pada konsumen, karenanya proses pemasaran dimulai dan diakhiri dengan konsumen. Meskipun Pemerintah Republik Indonesia telah memuat komitmen untuk mewujudkan Good Governance dalam mesin birokrasi sejak tahun 1998, namun sejauh ini etika pelayanan publik belum berubah secara signifikan. Bahkan nilai-nilai luhur yang dituangkan dalam Undang-undang pelayanan publik tersebut ,dalam kontek empiris belum mernjadi budaya kerja maupun budaya organisasi dalam pelayanan publik.

Teori pelanggan adalah raja

Sehingga suatu norma dikatakan baik apabila memiliki konsekuensi baiknya outcome/output yang dihasilkan. Etika netralitas menempatkan etika seseorang susuai dengan kebijakan lingkungan atau organisasi tempat dirinya bernaung dan tidak boleh menerapkan prinsip-prinsip etika individu yang dianutnya. Etika netralitas ini menuntut adanya loyalitas yang tinggi dan tidak mengakui adanya otonomi dalam menerapkan etika. Dalam mempelajari dan mengaktualisasikan etika, tentu tidak semua orang memiliki cara pandang yang sama. Semuanya akan tergantung dari latar belakang pengetahuan, keterampilan, wawasan, agama, keyakinan, komitmen, adat istiadat dan lingkungan masing-masing individu. Sehingga masing-masing individu akan memiliki ukuran-ukuran yang berbeda dalam melihat kebaikan dan keburukan.

Namun, faktanya, tidak semua bisnis mengerti akan hal tersebut. Efeknya, konsumen akan lari ke kompetitor yang memperlakukan mereka selayaknya raja. Kondisi tersebut membuat bisnis Anda dapat mengalami kemerosotan yang tajam apabila tidak segera diatasi.

Faktanya, 82% perusahaan setuju bahwa pemeliharaan ini lebih murah daripada harus menarik pelanggan baru dari segi promosi. Konsumen akan merasa sangat senang jika produk yang mereka inginkan mudah mereka dapatkan. Sehingga luasnya jalur distribusi dapat memicu kepuasan konsumen. Oleh karena itu, perusahaan harus dapat menyediakan barang di waktu dan tempat yang tepat. Artinya, konsumen dapat merasa puas dengan menggunakan barang yang memiliki tingkat persepsi dan emosional yang berbeda daripada yang lain.

Dari biaya yang ditukar dengan benda/jasa memberikan manfaat bagi konsumen, baik manfaat produk, jasa, pribadi ataupun picture. Sebagai seorang marketer, memenuhi kebutuhan dan keinginan customerhal yang penting. Dalam penjualan buku ajar, hal yang diinginkan seorang pembaca buku dikemas menggunakan bahasa yang ringan, formal namun tidak terlalu kaku. Selera dalam hal ini bisa selera cowl yang menarik, selera topik yang diulas dan lain sebagainya.

Pinjaman juga datang dengan suku bunga yang lebih lanjut dapat menggerus kas perusahaan. Tanpa uang tunai, sebuah bisnis mungkin tidak dapat melakukan investasi yang diperlukan dan, sebagai akibatnya, mungkin tidak akan pernah dapat mengalami pertumbuhan perusahaan. Orang sering bertanya-tanya di mana menaruh uang mereka dan segera melihat ke saham atau obligasi. Bisnis harus memiliki uang tunai untuk berbagai alasan, seperti berinvestasi dalam infrastruktur baru dan berurusan dengan pengeluaran yang tidak terduga. Selain itu, arus kas bisnis sering disebut sebagai faktor kunci dalam potensinya untuk kesuksesan jangka panjang. Saat ini konsumen dengan mudah mengganti produk dengan produk lainnya yang sejenis.

Sebaliknya, anda pun bisa memberikan masukan yang inovatif kepada franchisor agar perusahaan anda lebih maju. Jaga juga hubungan baik anda dengan karyawan, lingkungan perusahaan anda, serta pelanggan. Berikan senyum yang ramah kepada setiap pelanggan yang datang. Dari mereka, seperti apa persepsi customer terhadap perusahaan dapat terbangun. Bina mereka menjadi lebih terampil dalam melayani, beri penggajian seadil-adilnya. Bila perlu, beri reward bila berprestasi dan punishment bila belum mencapi harapan anda.

Misalnya dalam menerapkan prinsip kejujuran dan keadilan dalam pelayanan publik. Ketiga, pelayanan publik harus berfokus pada modalitas etika untuk menjembatani norma, ethical dan tindakan agar tidak terjadi konflik kepentingan. Pada tataran ini etika publik berkembang dari keprihatinan terhadap pelayanan publik yang buruk. Sehingga konflik kepentingan difahami sebagai “konflik antara tanggungjawab publik dan kepentingan pribadi atau kelompok”.